MENU RAMADHAN: PASTA TUNA PEDAS

 
Tuna Pasta Pedas.jpg
 
 

Menyambut Ramadhan, biasanya jadwal harian sedikit berubah mengiringi aktivitas yang bertambah. Dalam keseharian semasa Ramadhan, mayoritas Ibu-Ibu lebih menyukai menu hidangan yang praktis dimasak untuk dihidangkan bagi keluarga di waktu sahur dan berbuka. Salah satu menu yang bisa dijadikan pilihan adalah pasta tuna. 

Bagi keluarga Indonesia yang terbiasa dengan cita rasa Asia yang gurih dan pedas, perlu trik tersendiri untuk memasak pasta dengan rasa yang lebih familiar di lidah kita, namun tetap bebas dari rasa amis dikarenakan berbahan dasar tuna. Alhamdulillah, sis Tenny dengan senang hati berbagi resep “Pasta Tuna Pedas” berikut ini, sebagai alternatif menu keluarga yang praktis dimasak di bulan Ramadhan.  

Bahan:

  • 250 gr pasta (opsi lain pilihan: angel hair, spaghetti, thin spaghetti, macaroni, dsb).

Rebus sesuai petunjuk pada kemasan (tambahkan 1 sdm garam + 2 sdm minyak goreng dalam air rebusan). Jika sudah matang, angkat dan tiriskan, kemudian sisihkan. 

  • 1 kaleng tuna (sekitar 400 gr), tiriskan.

  • 5-7 siung bawang putih, geprek dan cincang halus.

  • Optional: 1 buah bawang Bombay ukuran kecil, iris halus.

  • 1 sdt garam.

  • 1 sdt lada.

  • 5 buah cabe rawit kering (atau sesuai selera), iris halus.

  • 1 batang daun bawang, iris tipis serong.

  • 1 buah tomat, iris kotak-kotak kecil.

  • 1 buah jeruk lemon, peras, ambil airnya.

  • 2 sdm minyak goreng untuk menumis.

  • 2-3 sdm olive oil infused lemon (jika ada)

  • 1 sdt cabe kering



Cara Membuat:

  1. Tumis bawang putih dan bawang Bombay hingga harum, aduk rata jangan sampai hangus.

  2. Masukkan cabe rawit, garam, lada dan daun bawang, aduk rata.

  3. Masukkan tuna, aduk rata hingga tuna agak kering.

  4. Kemudian masukkan pasta yang telah dimasak (direbus) sebelumnya, air jeruk lemon dan olive oil, aduk rata.

  5. Test rasa, tambahkan garam dan lada bila perlu.

  6. Terakhir masukkan tomat dan cabe kering, aduk rata. Biarkan 5 menit sambil terus diaduk.

  7. Angkat dan siap disajikan untuk menu Ramadhan keluarga.


Selamat memasak!


Catatan: Bagi yang sedang diet rendah kalori, pasta bisa diganti dengan mie konjac (tersedia di toko bahan makanan untuk kesehatan).


IMG-20190913-WA0022.jpg
 
 

*) Tentang Penulis

 A full-time housewife with passion to cook, to try some new recipes and to share a little happiness with others with her cooking. Please contact her via IG: tenny2905, or FB: Tenny Sulystyorini Sutrisno and Pawon Marchia. 

Workshop "Cara Praktis Bikin Flyer dengan Canva"

Oleh Sisterhood iQro

FB_IMG_1606041175525.jpg

Memahami keinginan ummahat untuk belajar sendiri membuat flyer, team Media Sisterhood iQro berinisiatif mengadakan workshop gratis "Cara Praktis Bikin Flyer dengan Canva" bersama sis Irma Februantini, koordinator divisi Media Sisterhood iQro, sebagai narasumber.

Berlangsung pada pukul 5-6pm pada hari Sabtu, 14 November 2020, acara yang diadakan secara online melalui Zoom ini menarik animo sekitar 16 orang peserta.

Diawali dengan sambutan dari sis Nia Ulya sebagai Ketua Sisterhood iQro, dan dipandu oleh duet sis Irma sebagai narasumber dan sis Anggra sebagai co-host, acara ini berlangsung lancar, serius, namun dalam format santai. Dengan tekun para peserta mengikuti penjelasan sis Irma di sesi awal tentang things behind a flyer, termasuk dalam hal ini adalah tentang pemilihan font dan kesannya, psikologis warna, komposisi, simetri, dan sebagainya.

FB_IMG_1606041182375.jpg

Uraian sis Irma kemudian berlanjut tentang step-by-step cara membuat flyer, baik melalui laptop/desktop maupun mobile phone. Sis Irma pun dengan senang hati berbagi tips mendesain flyer, termasuk resources penunjangnya, seperti file foto-foto yang bisa didownload secara gratis, dan lain sebagainya.

Tak hanya menyimak, para peserta pun aktif dan antusias bertanya, termasuk meminta masukan dan saran sis Irma tentang flyer yang dibuat.

Di akhir acara, peserta diajak untuk men-desain flyer sendiri, dengan batas waktu pengumpulan hingga hari Senin, 16 November 2020.

Semua flyer karya dari peserta tersebut in syaa Allah akan ditampilkan oleh team Media kepada ummahat iQro melalui WhatsApp group untuk dilakukan voting. Dua karya yang berhasil mengumpulkan "Like" terbanyak dari para voter akan mendapatkan voucher belanja iQro Mart senilai masing-masing $10. Selain itu, panitia juga akan memilih secara acak satu orang dari voter untuk juga mendapatkan voucher belanja iQro Mart senilai $10. Waah..

Nantikan kabar selanjutnya dari Sisterhood iQro tentang siapa pemenang-pemenangnya.

***

Ditulis oleh: Sister Meilina Widyawati

Liputan Lawatan Humas Sisterhood Iqro di Acara Seminar Hukum Sesi 2 di KJRI Sydney 29.8.2020

Oleh : Lisa Utami


FB_IMG_1601376201894.jpg

Pada hari Sabtu tanggal 29 Agustus 2020 lalu Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Sydney mengundang dua puluh orang perwakilan komunitas Indonesia untuk menghadiri acara "Seminar Penyuluhan Hukum" sesi kedua program Beta Siaga, yang mengangkat isu tentang kekerasan dalam rumah tangga. Ibu Nurhasrat Thamrin dan ibu Lisa Utami hadir sebagai perwakilan dari komunitas sisterhood Iqro Foundation.

FB_IMG_1601376194437.jpg

Acara dimulai dengan sambutan oleh bapak Heru Subolo, konsulat jenderal Republik Indonesia. Dalam sambutan tersebut beliau sangat prihatin dengan kasus kekerasan dalam rumah tangga yang jumlahnya sangat besar. Bahkan kecenderungan datanya terus meningkat setelah pandemi covid-19. Menyikapi permasalahan tersebut, KJRI Sydney ingin membantu masyarakat Indonesia di Sydney melalui program Beta Siaga ini. 

Bertindak selama pembicara utama yakni ibu Amy Dewayani dari "Caring is Culture" yang berada di Queensland Australia. Dalam paparannya, ibu Amy Dewayani mempresentasikan bahwa permasalahan kekerasan dalam rumah tangga merupakan isu yang sangat krusial. Dari data kasus yang ia dapatkan menunjukkan jumlahnya sangat besar, dan cenderung terus meningkat dari waktu ke waktu. Data di Australia menunjukkan bahwa 1 dari 6 wanita dan 1 dari 16 laki-laki mengalami kasus kekerasan fisik; serta 1 dari 5 wanita dan 1 dari 20 laki-laki mengalami kekerasan seksual. Dalam sepekan 1 wanita terbunuh, dan dalam sebulan 1 laki-laki terbunuh akibat kekerasan dalam rumah tangga. Beliau juga menunjukkan contoh-contoh kasus kekerasan dalam rumah tangga yang terjadi di masyarakat melalui video. 


FB_IMG_1601376207073.jpg

Ibu Amy menyampaikan pentingnya tiga langkah dalam merespon kejadian kekerasan dalam rumah tangga, yakni dengan 3 R, yaitu Refine, Respond dan Refer. Setelah sesi presentasi dari ibu Amy Dewayani, berikutnya adalah sesi tanya jawab.


IMG-20200929-WA0017.jpg

Keseluruhan acara ini dipandu oleh ibu Dewi Purnamasari sebagai MC. Di awal dan di akhir acara, diadakan kuis berhadiah dengan pertanyaan yang berkaitan dengan isi seminar. Acara hari itu berlangsung dengan lancar dan sangat interaktif. Di akhir acara, hadirin berfoto yang dilanjut dengan makan siang bersama.

MENIKMATI RAMADHAN DI TENGAH PANDEMI DENGAN PENUH KESADARAN (MINDFUL)

Pada tahun ini, umat manusia sedang dihadapkan pada tantangan global dikarenakan pemerintah di seluruh dunia menyelenggarakan aturan pembatasan sosial untuk mencegah penyebaran virus yang dinamakan COVID-19. Jika pada bulan Ramadhan yang ‘normal’ umat Muslim dapat menyelenggarakan tarawih dan buka puasa bersama dalam kelompok yang besar, maka hal ini menjadi tidak lagi bisa dilakukan pada masa pandemi saat ini. Perubahan situasi ini sangat mungkin mempengaruhi semangat ataupun penghayatan kita terhadap bulan suci ini.

Read more

ES BUAH A LA MOMYCHAA

Assalamu ’alaikum, Sisters...

Maa syaa Allah, beberapa waktu lalu suhu udara Sydney dan sekitarnya tembus 47 o C! Bagaimana kabarnya teman-teman di Sydney West? Mudah- mudahan semua tetap sehat.

Untuk semua korban bencana bushfires beberapa waktu lalu, semoga Allah SWT memberi kekuatan dan kesabaran menghadapi cobaan-Nya, dan menurunkan hujan yang lebat dan bermanfaat. Aamiin.

Walaupun suhu udara di luar panas, namun di dalam rumah sebisa mungkin kita usahakan tetap sejuk ya Mom. Banyak minum air putih dan bikin minuman segar. Tapi jangan pakai pengawet atau pemanis buatan agar aman dan sehat bagi keluarga.

Es buah berikut ini segar sekali rasanya, cocok diminum saat panas. Cara membuatnya pun mudah.

Es Buah Icha_1.jpeg

Bahan: 

  • ½ pepaya mengkal 

  • ½ buah melon 

  • ½ nanas

  • ¼ semangka 

  • 1.5 liter air 

  • 10 sdm gula pasir 

  • 3 sdm air perasan jeruk nipis 

  • 1 buah kayu manis kecil 

  • 1 sdt kapur sirih.

Cara Membuat:

  1. Potong-potong buah sesuai selera. Boleh bentuk kotak-kotak atau bulat-bulat.

  2. Khusus untuk pepaya:  Rendam pepaya yang sudah dipotong-potong ke dalam air yang telah dicampur dengan 1 sdt kapur sirih selama 30 menit, supaya pepaya tidak menjadi lunak.  Lalu cuci dan tiriskan.

  3. Rebus air dalam panci dengan gula dan kayu manis hingga mendidih.

  4. Tambahkan perasan air jeruk nipis.

  5. Setelah agak dingin, masukkan semua buah potong.

  6. Koreksi rasa.

  7. Sajikan dengan es batu.

Mudah bukan? Selamat mencoba. ***

Icha.jpeg


*)Tentang Penulis Ibu muda dua putri ini dikenal dengan nama Momychaa. Beliau adalah penggiat kuliner dan penulis buku best seller “Cooking with Love” (penerbit Gramedia Pustaka Utama). Beliau juga membuka catering rumahan dan rajin memposting resep-resep masakannya di akun I/G @icha.irawan, yang memiliki 160.000 followers.

BERKOMUNIKASI DAN BERINTERAKSI DENGAN ANAK

Seperti juga kita, sejatinya anak-anak kita adalah mahluk sosial, yang butuh berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain. Tetiba teringat dosen psikologi anak jaman masih kuliah dulu. Beliau bilang, jika anak- anak tidak mendapatkan perhatian dari kita sebagai orang tua atau guru dengan cara yang positif, maka mereka akan berusaha mendapatkannya dengan cara yang negatif.

Read more

NONTON BARENG FILM “IQRO: MY UNIVERSE” Bersama Sisterhood iQro Foundation

Pada hari Sabtu tanggal 16 Nopember 2019 lalu divisi Media Sisterhood iQro Foundation menggelar acara nonton bareng (nobar) film bertajuk “Iqro: My Universe”. Acara nobar ini bertempat di Cinema 3 Hoyts Bankstown. Alhamdulillah acara berjalan cukup lancar dan sangat penuh dengan pengunjung. Sesuai jadwal, acara nobar ini berlangsung dari jam 1.30 siang hingga jam 4 sore.

Read more

Sis SITI WARDIANTY FATIMAH

Beliau dikenal oleh muslimin di Sydney dengan sapaan: Dian. Lahir tahun 1972 di kota Medan, beliau menamatkan sekolah dasar dan menengahnya di kota yang sama. Selepas SMA beliau melanjutkan kuliahnya di Jurusan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran (UNPAD) Bandung.

Read more

Menumbuhkan Daya Lenting sebagai Ibu

ecara sederhana, daya lenting atau resiliensi dapat diartikan sebagai kemampuan untuk bisa bertumbuh atau bangkit di tengah masalah yang menghadang. Ibu yang memiliki daya lenting artinya bisa beradaptasi, bangkit, dan tumbuh meskipun ada banyak masalah yang terjadi di dalamnya. Lalu pertanyaannya, bagaimana caranya untuk merawat daya lenting ini?

Read more

Sis DIAN NURYANI

Beliau dikenal dengan sapaan bu Yani, lahir 1 Juni 1962 di Bandung sebagai anak kedua dari enam bersaudara. Semasa sekolah, beliau sering mengikuti kuliah Subuh di akhir pekan. Kegiatan yang awalnya diwajibkan oleh guru pelajaran Agama ini, qadarullah, menjadikan beliau rajin menghadiri kuliah Subuh di berbagai masjid. Kecintaannya pada masjid dan dakwah tumbuh dari aktivitas ini.

Read more

ME TIME + FAMILY TIME = CAMPING TIME

Apa saja peralatannya? Berikut rincian perlengkapan dasar camping: tenda (tentu saja), sleeping bag, sleeping pads beserta bantal (atau kasur tiup, headlamps atau flashlights, camp chairs, camp tables, lantern. Ini adalah barang-barang sendiri atau per keluarga. Plus: bekal makanan, minuman, basic tools untuk makan dan masak, obat-obatan pribadi, dan perlengkapan shalat dan mandi.

Read more

Ummu Aiman, Dari Budak Menjadi Wanita Ahli Surga (Bagian-1)

Ada seorang budak wanita berkulit hitam yang sangat spesial di hati Rasulullah(S). Wanita ini yang pertama kali memegang dan melihat Rasulullah(S). Bahkan dia juga lah orang yang tahu dengan detail kehidupan Rasulullah(S) dari bayi hingga beliau wafat.

Tidak banyak orang yang tahu tentang wanita istimewa ini. Padahal Rasulullah(S) pun pernah bersabda bahwa wanita tersebut salah satu ahli surga. Siapakah wanita spesial ini? Apa keistimewaannya dibanding wanita-wanita yang lain? Mari kita berkenalan dengan wanita spesial ini.

Wanita tersebut bernama Barakah bintiTsa’labah. Nama kunyah-nya adalah Ummu Aiman. Dia berasal dari Afrika, tepatnya negeri Habasyah (Ethiopia).

Pada usia muda, Ummu Aiman dijual sebagai budak di Mekkah. Pada jaman sebelum Islam, perbudakan masih menjadi hal yang umum dilakukan. Budak-budak itu sering kali diperlakukan secara tidak manusiawi. Namun Ummu Aiman beruntung ketika dia dibeli oleh Abdullah bin Abdul Muthalib, ayah Rasulullah(S).Ummu Aiman diperlakukan dengan sangat baik oleh Abdullah.

Setelah Abdullah menikah dengan Amina, Ummu Aiman juga melayani Amina. Dia memberikan kenyamanan pada Amina saat Abdullah meninggal. Dia pula yang merawat Amina saat hamil dan membantu saat proses persalinan. Ummu Aiman juga lah yang menggendong Rasulullah(S) saat beliau baru saja lahir.

Ketika Rasulullah(S) berusia enam tahun, Amina pergi bersama Rasulullah(S) dan Ummu Aiman ke Madinah. Di Madinah Amina mengunjungi kerabatnya serta membawa Rasulullah(S) untuk melihat makam ayahnya.

Setelah satu bulan lamanya mereka tinggal di Madinah, mereka pun pergi menuju ke Mekkah. Tiba-tiba di tengah perjalanan, di sebuah desa yang bernama Abwa, Amina terserang wabah penyakit. Amina sadar bahwa ini adalah saat-saat terakhirnya. Diapun berkata pada ummu Aiman “YaBarakah, jadilah ibu bagi Muhammad. Danjangan kau tinggalkan dia.” Ummu Aimanmenyanggupi permintaan Amina.

Selama perjalanan kembali ke Mekkah, Ummu Aiman memberikan kehangatan sekaligus penguatan kepada Rasulullah(S) yang saat itu sudah menjadi yatim piatu.

Sesampainya di Mekkah, Ummu Aiman menyerahkan Rasulullah(S) kepada Abdul Muthalib, kakeknya. Namun Ummu Aiman juga ikut tinggal bersama mereka dan mengasuh Rasulullah(S). Kasih sayang yang diberikan Ummu Aiman dan juga Abdul Muthalib, membuat Rasulullah(S) mendapatkan kasih sayang seorang ibu dan ayah.

Namun sayangnya pengasuhan Abdul Muthalib tidak berlangsung lama yakni sekitar dua tahun saja. Setelah Abdul Muthalib wafat, Rasulullah(S) diasuh oleh pamannya, yakni Abu Thalib. Ummu Aiman pun ikut tinggal di rumah Abdul Muthalib dan tetap menjadi pengasuh Rasulullah(S).

Begitu dekatnya hubungan Rasulullah(S) dan Ummu Aiman, maka tidak heran jika Rasulullah(S) menyebut Ummu Aiman adalah ibu setelah ibu kandungnya.

Ketika Rasulullah(S) menikah dengan Khadijah binti Khuwailid, beliau memerdekakan Ummu Aiman. Rasulullah(S) menyarankan Ummu Aiman untuk menikah. Awalnya dia menolak karena masih ingin tetap bersama Rasulullah(S). Namun Rasulullah(S) dan Khadijah meyakinkannya bahwa dia butuh seorang pendamping hidup. Karena bagaimana pun juga dia adalah seorang manusia yang memiliki hasrat selayaknya orang lain.

Ummu Aiman pun akhirnya menikah dengan Ubaid bin Zayd yang berasal dari Madinah. Mereka memiliki seorang putra yang bernama Aiman. Sejak itulah dia memperoleh julukan Ummu Aiman (Ibu dari Aiman).

Walaupun Ummu Aiman sudah menikah, namun dia masih sering mengunjungi rumah Rasulullah(S) dan Khadijah. Begitu pula Rasulullah(S) terkadang datang ke rumah Ummu Aiman. Hubungan silaturahim diantara mereka tetap terjalin.

Masa Kenabian

Ketika Rasulullah Sallahu’alaihi wassalammenerima dan menebarkan risalah islam, Ummu Aiman merupakan salah seorang yang pertama menyambut serta meyakininya. Pada masa itu, menjadi muslim berarti harus siap dengan siksaan yang diberikan oleh kaum Quraisy, tak terkecuali Ummu Aiman. Selain ujian berupa siksaan dari suku Quraisy, Ummu Aiman juga diuji dengan suaminya. Ubaid, sang suami tidak mau beriman pada Allah dan Rasul-Nya. Maka dengan berat hati, mereka pun bercerai.

Setelah Ummu Aiman bercerai, ia kembali ke rumah Rasulullah(S) lagi. Dia melayani Rasulullah(S) dan Khadijah sebagaimana sebelumnya.

Suatu hari Rasulullah(S) bersabda “Siapa yang senang menikah dengan wanita surga, hendaklah ia menikah denganUmmu Aiman.”

Mendengar sabda tersebut, Zaid bin Haritsah langsung menawarkan dirinya. Padahal usia Zaid lebih muda daripada Ummu Aiman. Penampilan Ummu Aiman pun tidak terlalu menarik dibandingkan dengan wanita lainnya. Namun keimanan Zaid melebihi itu semua. Dia percaya bahwa wanita ahli surga adalah wanita spesial dimata Allah dan Rasul-Nya.

Pernikahan Ummu Aiman dan Zaid, membuahkan seorang putra bernama Usamah bin Zaid. Kelak Usamah bin Zaid menjadi panglima termuda sepanjang sejarah.

(*bersambung*)

Nantikan lanjutannya bulan depan:

  •   Hijrah ke Madinah,

  •   Wafatnya Ummu Aiman, dan

  •   Anak Angkat dalam Timbangan

    Syari’at

    (*) Tulisan ini telah dimuat di buku antologi

    Ensiklopedia Shahabiyah (Teladan dari Para Bidadari Surga)

    Oleh: Irma Februantini

  1. Tentang Penulis

    Ibu muda dari tiga anak ini lahir dan besar di Surabaya. Telah menulis e- book dan buku anak. Ia ingin menebar kebaikan melalui tulisannya.